Penyakit Kulit Scabies




Penyakit Kulit Scabies adalah kondisi kulit yang gatal dikarenakan hewan kecil (tungau) yang disebut Sarcoptes scabiei. Tungau ini menggali lubang pada kulit dan menyebabkan rasa gatal pada area tersebut. Rasa gatal akan menguat khususnya ketika anda tidur.

Scabies menular dan menyebar dengan cepat melalui kontak fisik. Meskipun obat yang diberikan membunuh hewan kecil tersebut, anda tetap akan mengalami rasa gatal untuk beberapa minggu.
GEJALA 
Tanda dan gejala scabies antara lain :
• Rasa gatal yang sering menjadi parah dan biasanya memburuk pada malam hari
• Penggalian kulit dapat menimbulkan benjolan kecil pada kulit
Scabies sering ditemukan pada:
• Di antara jari
• Pada ketiak
• Sekitar pinggang
• Sepanjang bagian dalam pergelangan tangan
• Siku bagian dalam
• Telapak kaki
• Sekitar payudara
• Sekitar alat kelamin laki-laki
• Bokong
• Lutut
• Pundak
Pada anak-anak, bagian yang terkena antara lain:
• Kulit kepala
• Wajah
• Leher
• Telapak tangan
• Telapak kaki
Penyebab & Faktor RisikoPenyebab
Scabies disebabkan oleh Sarcoptes scabiei, tungau ini berbentuk bundar dan mempunyai empat pasang kaki . Sarcoptes betina yang berada di lapisan kulit stratum corneum dan lucidum membuat terowongan ke dalam lapisan kulit. Di dalam terowongan inilah Sarcoptes betina bertelur dan dalam waktu singkat telur tersebut menetas menjadi hypopi yakni sarcoptes muda. Akibat terowongan yang digali Sarcoptes betina dan hypopi yang memakan sel-sel di lapisan kulit itu sehingga penderita mengalami rasa gatal.
Kontak fisik dan pinjam meminjam pakaian atau selimut dengan orang yang memiliki scabies dapat menyebarkan tungau tersebut.
Pencegahan
Untuk mencegah penyebaran tungau pada orang lain, ambil langkah berikut :
• Cuci semua pakaian dan kain yang anda gunakan menggunakan sabun dan air panas.
• Tempatkan benda-benda yang tidak bisa anda cuci pada kantong plastic tertutup dan diamkan selama dua minggu. Tungau akan mati jika mereka tidak mendapatkan makanan dalam seminggu.

di salur dari Kompas

PERAWAT MENDOMINASI TENAGA KESEHATAN


PDF Print E-mail
Perawat di Indonesia, jumlahnya paling banyak bila dibandingkan dengan tenaga kesehatan lainnya, sehingga perannya menjadi penentu dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan baik di Puskesmas maupun di rumah sakit, ujar dr. Supriyantoro, Sp.P, MARS, Direktur Jenderal Bina Upaya Kesehatan (BUK) Kemkes pada temu media di Jakarta tanggal 6 Mei 2011.

“Di era globalisasi dampaknya sangat besar, karena itu para perawat harus dapat bersaing secara profesional. Hal itu bisa dicapai, bila para perawat terus meningkatkan profesionalisme melalui pendidikan dan pelatihan”, ujar Dirjen BUK.

Diakui oleh Dirjen BUK bahwa, sebagian besar atau 80 persen perawat yang bekerja di rumah sakit vertikal berpendidikan Diploma III, Diploma IV 0,5 persen, Sarjana Strata Satu Keperawatan 1 persen, Ners 11 persen, dan Sarjana Strata Dua  0,4 persen. Sedangkan perawat yang berpendidikan Sekolah Perawat Kesehatan (SPK) sebanyak 7 persen.

Jumlah perawat di seluruh rumah sakit berdasarkan Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS Tahun 2000) sebanyak 107.029 orang. Sedangkan jumlah perawat yang bekerja di Puskesmas berdasarkan Profil Kesehatan Tahun 2009 berjumlah 52.753 orang.

Direktur Keperawatan dan Keteknisan Medis Ditjen BUK, Yuti Suhartati, S.Kp., M.Kes. menambahkan, tenaga keperawatan mempunyai kontribusi besar dalam mencapai kinerja Puskesmas dan Rumah Sakit. Karena itu, mutu tenaga perawat akan terus ditingkatkan profesionalismenya secara berkesinambungan.

Menurut Yuti Suhartati, program prioritas pelayanan keperawatan meliputi pengembangan sistem pemberian pelayanan keperawatan professional, pengembangan manajemen kinerja klinik bagi perawat dan bidan, penguatan emergency nursing terkait dengan bencana, pengembangan jenjang karir perawat rumah sakit, revitalisasi Perkesmas di Puskesmas dan jaringannya serta pengembangan pelayanan keperawatan keluarga.

Hari Perawat Sedunia

Berkaitan dengan peringatan Hari Perawat Sedunia atau International Nurses Day (IND) yang diperingati tanggal 12 Mei, akan dilakukan berbagai kegiatan. Tahun 2011, IND mengangkat tema Closing the Gap: Increasing Access and Equity Through Nursing Services. Tema ini menekankan, agar perawat berperan aktif mewujudkan pelayanan kesehatan yang setara dan adil, serta terjangkau masyarakat.

“Sebagai bagian dari komunitas dunia, perawat Indonesia juga turut memperingati IND. Peringatan tahun ini dikaitkan dengan tujuan pencapaian target MDGs serta percepatan pencapaian pelayanan kesehatan kelas dunia,” ujar Direktur Bina Pelayanan Keperawatan dan Keteknisan Medis.

Berbagai kegiatan telah dirancang diantaranya Silaturahmi Akbar Perawat Indonesia dengan tema “ Dalam Bangsa yang Sehat Terdapat Perawat yang Kuat”, Workshop Nasional Keperawatan, pengabdian masyarakat membentuk model keperawatan komunitas di 5 wilayah DKI Jakarta, Pameran Nasioal Keperawatan Indonesia, Lomba Foto Dokumen Keperawatan dan lain-lain.

MENKES DAN KAPOLRI TANDATANGANI PIAGAM KERJA SAMA



Hari ini (5/5) Menkes dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr.PH dan Kapolri Timur Pradopo menandatangani nota kesepahaman (MoU) dalam bidang Kesehatan dan Kedokteran Kepolisian di Gedung Rupatama, Mabes Polri, Jakarta.

Kesepakatan Bersama ini mendorong diselenggarakannya pendidikan dan pelatihan bersama untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia kesehatan serta upaya penelitian dan pengembangan di bidang kesehatan dan kedokteran kepolisian dalam rangka peningkatan kemampuan institusional dan sumber daya manusia kedua belah pihak, ujar Menkes.

Menkes menambahkan, kerja sama antara Kemkes dengan Polri selama ini telah berjalan baik. Khususnya di bidang penanggulangan bencana, baik dalam upaya pertolongan dan evakuasi korban, penanganan korban cedera, maupun upaya identifikasi korban meninggal. Sementara di luar penanggulangan bencana, kerja sama yang intens juga telah dilakukan di bidang pengendalian penyakit, penyehatan lingkungan, dan kesehatan matra. 

PKP PUSKESMAS JUATA PERMAI TAHUN 2011

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dalam rangka pemerataan pelayanan kesehatan dan pembinaan kesehatan masyarakat telah di bangun Puskesmas. Puskesmas adalah unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan Kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja tertentu. Puskesmas berfungsi sebagai:
1.   Pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan .
2.  Pusat pemberdayaan keluarga dan masyarakat.
3.   Pusat pelayanan kesehatan strata pertama.
Untuk menunjang pelaksanaan fungsi dan penyelenggaraan upayanya, Puskesmas Juata Permai dilengkapi dengan instrumen manajemen yang terdiri dari :

GAMBARAN UMUM PKM JUATA PERMAI

Puskesmas berperan menyelenggarakan upaya kesehatan untuk meningkatkan kesadaran,kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap penduduk agar memperoleh derajat kesehatan yang optimal. Dengan demikian Puskesmas berperan sebagai pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan, pusat pemberdayaan keluarga dan masyarakat serta pusat pelayanan kesehatan strata pertama.
Puskesmas Juata Permai adalah Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan Kota Tarakan yang bertanggung jawab terhadap pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya. Adapun identitas puskesmas sebagai berikut :

  1. Nama Puskesmas
Puskesmas Juata Permai